Sunday, July 6, 2014

So, ini suara gw..

Oke. Dari awal gw sudah punya pilihan dan sampai malam ini sebelum masa tenang, pilihan gw belum berubah. Ada rasa kecewa dan sedikit krisis kepercayaan sama pilihan gw, tapi insya Allah he's the best from the worsts (mba Tere Suganda's quotes).

Gw yakin, banyak "gw" lain di luar sana, yang sebenernya udah menjatuhkan pilihan tapi males bilang ke public, karena ga mau terlibat dalam atribut kampanye yg lost control. Apalagi minggu-minggu menjelang masa tenang kemarin ini. Dalihnya ajak diskusi, bebas berpendapat, tapi ujung-ujungnya jadi memojokkan seakan-akan pilihan kita salah karena banyak salahnya. Seharusnya kan membuka mata, tapi yang kaya gitu malah bikin gw pengen tutup mata bahkan tutup kuping. Jadilah gw seakan apatis.

Jangankan presiden, agama pun kalau dibanding-bandingkan pasti ada aja ketidakcocokan satu sama lain. Tapi selama ini kita ga segitunya juga bela agama kan? Sampai harus posting hal-hal jelek dari agama lain supaya orang-orang memilih agama kita? Agak ekstrim contohnya agama, maaf, tapi ya menurut gw para simpatisan membela pilihannya udah kaya bela agamanya sendiri. 

Okelah itu (semoga) udah lewat. Sekarang semua sudah punya pilihan. Yasudah, simpan dalam hati baik-baik sampai tanggal 9 Juli nanti. Yakin dan berharap, semoga yang dipilih bisa memimpin Indonesia jadi jauh lebih baik.

Terus, jadi siapa pilihan gw?


Sebagai pengguna angkutan transportasi umum, gw udah merasakan bagaimana stasiun kereta Jabodetabek berubah sedikit demi sedikit jadi lebih "pintar". Terminal Pasar Minggu yang tadinya semrawut dan bau, sekarang ternyata bisa diatur. Memang belum sempurna betul, tapi bagi gw itu bukti kerja luar biasa. Bukti bahwa ketika kekuasaan dipakai secara benar, kita bisa melakukan apa saja yang hasilnya juga benar. Ini cuma bagaimana sistemnya diperbaiki. Kalau sistem benar, pasti kedepannya lancar. 

Dan di antara 2 calon, pilihan saya yang membahas masalah sistem. 

Salam revolusi mental.


Sekarang mari dengarkan Imagine by John Lennon.

---
@agesarah

4 comments:

  1. Hai Agelitaaa! Hahaha.
    Sama, pilihan gw ini bukan orang yang sempurna, yang kadang bisa gw ragukan juga. Tapi bagaimana Tanah Abang bisa serapi itu dalam masa kepemimpinan dia justru jadi hal pertama yg bikin gw akahirnya milih dia.

    Semoga yang terbaik lah ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tanah Abang menentukan segalanya :')

      Delete
  2. Kok pilihan kita sama? Jangan-jangan jodoh?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terus kalo ntar ada 1 juta pemilih yang sama, jodoh semua ama lo? Bay ah -_-

      Delete