Thursday, February 13, 2014

Untuk yang tersisa



maafkan aku yang hanya bisa menangis dalam hati,

hanya bisa memaki di dalam tulisan tak bersuara,

hanya bisa menatap penuh kebencian tanpa membela kalian..

pesan singkat

terkadang saya melukis, kau hanya menggambar

tapi ketika saya kosongkan halaman berikutnya,

justru kau yang memberi warna pertama..

saya butuh warna itu malam ini

karena besok saya ingin melukis kembali..


--
@agesarah
May 29, 2010 at 2:51am

Lamunan, 19 Mei

tiba-tiba aku jadi batu apung.

tidak bisa masuk ke dasar tapi sudah jauh dari permukaan.

tidak gelap tidak terang.

bisa bernafas tapi sesak.

tenggelam tapi tidak berpijak.

hanya mengapung,

di antara dasar dan permukaan.


--
@agesarah
May 20, 2010 at 1:19am

Puisi Pertama..

pelangi itu datang setiap habis hujan
memberikan warnanya pada langit
warna-warni yang menyentuh tapi tidak bisa disentuh
sebuah keindahan yang singkat..melingkar lalu menghilang

mungkin dia ada di langit
tapi tidak terlihat..atau mungkin tidak mau dilihat
walaupun terlihat, langit hanya bisa melihat tanpa bisa menyentuh

hujan datang lagi
tanpa ada yang tau kapan berhenti
akankah pelangi itu datang menghiasi langit?
bila warna-warni itu melingkar
pertanda hujan telah usai..



This is my first poet ever.
Ga ada tanggal di kertasnya, tapi tercantum tahun 2007.

Sekarang,
pelangi ga ada apa-apanya sama bumi yang gw pijak.


--
@agesarah

dunia kecil

teriakan, bisikan, cacian, pujian, tidak akan terdengar sampai luar

gemuruh tersimpan

aku sedang berada di dunia kecilku

senyum membuat pengap

ayo bernyanyi lagi.. menari lagi..

gemuruh tersimpan, tidak akan terdengar sampai luar


--
@agesarah
November 24, 2009 at 1:52am

Thursday, November 15, 2012

Kamu Tau?

Yang kamu tau saya tukang merajuk
Padahal saya sedang sedih

Yang kamu tau saya tukang main
Padahal saya ingin kamu dekat

Bangku


Yap. Kamu masih duduk di sebelahku. Mendengar keramaian yang sama, tapi berbeda arah pandangan. 

Kamu masih menggenggam tanganku, tapi tidak menoleh dan bertanya "bagaimana hari ini?"

Pelukanmu erat, tapi tidak hangat. Tawamu hadir, tapi tidak pecah. 

Kamu duduk di sebelahku, karena terbiasa. Bukan karena ada aku di sana. 

Bangku tempat kita duduk yang membuatmu nyaman. Bukan aku. 

I kinda lost you as my 'person'. But you still there. 

Aku tahu kamu selalu tersenyum. Karenanya, menengoklah ke arahku sebelum kamu beranjak nanti. 

(27/07/2012 Friday, 13:11)
Picture: 500days.com